Postingan

Menampilkan postingan dengan label esai

Pemanfaatan Gawai Sebagai Sarana Mengakses Informasi di Lingkungan Sekolah

  Menurut data setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet. Berdasarkan studi berjudul “Digital Citizenship Safety among Children and Adolescents in Indonesia” menyimpulkan bahwa anak-anak dan remaja memiliki tiga motivasi utama untuk mengakses internet salah satunya adalah pencarian informasi guna mengerjakan tugas-tugas sekolah. Motivasi tersebut semakin mendorong para siswa untuk memanfaatkan teknologi terutama di lingkungan sekolah. Bahkan bukan hanya siswa saja yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana informasi, melainkan tenaga pengajar pun menyampaikan pembelajaran melalui situs-situs sebagai bahan ajarnya. Sayangnya pengaruh dari teknologi yang kian meningkat tidak disandingkan dengan upaya pemanfaatan sumber informasi dan pengetahuan seperti buku. Terlebih persentase kepemilikan gawai mencapai 84% persen menjadi salah satu faktor minat baca di Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara berdasarkan studi “Most Literate Nat...

Tempat Bersejarah Bukan Tempat Pajangan

  Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat “JASMERAH” adalah semboyan yang terkenal diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Semboyan ini sangat melekat hingga di Kota Bandung sendiri dibuat berbagai fasilitas serta memperbaiki fasilitas bersejarah agar bisa mengingat kembali bagaimana sejarah Kota Bandung pada masanya. Salah satu fasilitas yang dibangun adalah taman sejarah yang berlokasi di persimpangan Jalan Aceh dan Jalan Merdeka. Gambar yang terdapat dalam mural menceritakan Kota Bandung dari masa ke masa. Mulai dari prasejarah hingga Bandung saat ini serta gambar dan biografi yang pernah menjabat menjadi Wali Kota dipajang dalam stand kaca yang menarik dan terkesan estetik. Semua itu dilakukan oleh mantan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, agar warga Bandung bisa mengetahui sejarah kotanya sesuai dengan ujaran Ridwan Kamil yang mengatakan bahwa, warga Bandung bisa mengetahui se...

GENERASI Z SEBAGAI TARGET RADIKALISME DI MEDIA SOSIAL

  Dikutip dalam laman JawaPos.com sebagaimana temuan riset Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2020 yang melaporkan potensi generasi Z (rentang usia 14-19 tahun) terpapar radikalisme mencapai 12,7 persen, sementara generasi milenial (berumur 20-39 tahun) mencapai 12,4 persen. Selain itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menegaskan bahwa generasi Z dan milenial menjadi sasaran empuk lantaran sangat aktif dalam mengakses internet maupun platform media sosial lainnya. Dalam hal ini dapat ditarik benang merah jika media sosial selain dari penyebar akses infomasi juga sebagai sarana mempercepat radikalisasi. Berdasarkan penelitian Pusat Kajian Terorisme dan Konfilk Sosial Universitas Indonesia Solahudin   bahwa 85 persen melakukan aksi teror hanya dalam rentang kurang dari satu tahun setelah terpapar radikalisme melalui media sosial. Penggunaan media sosial memang sudah menjamur di lingkungan masyarakat Indonesia. Terlebih disaat pandemi aktivitas masyarakat di medi...