Pemanfaatan Gawai Sebagai Sarana Mengakses Informasi di Lingkungan Sekolah

 

Menurut data setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet. Berdasarkan studi berjudul “Digital Citizenship Safety among Children and Adolescents in Indonesia” menyimpulkan bahwa anak-anak dan remaja memiliki tiga motivasi utama untuk mengakses internet salah satunya adalah pencarian informasi guna mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Motivasi tersebut semakin mendorong para siswa untuk memanfaatkan teknologi terutama di lingkungan sekolah. Bahkan bukan hanya siswa saja yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana informasi, melainkan tenaga pengajar pun menyampaikan pembelajaran melalui situs-situs sebagai bahan ajarnya.

Sayangnya pengaruh dari teknologi yang kian meningkat tidak disandingkan dengan upaya pemanfaatan sumber informasi dan pengetahuan seperti buku. Terlebih persentase kepemilikan gawai mencapai 84% persen menjadi salah satu faktor minat baca di Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara berdasarkan studi “Most Literate Nations Ranked” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University, UNESCO menyebutkan Indonesia berada dalam urutan ke-dua dari bawah pasal literasi dunia. Hal ini tidak lain karena minat baca penduduk terhadap buku relatif kecil berbeda dengan minat baca terhadap gawai yang selalu setiap saat mereka tinjau untuk mengakses informasi.

Pemanfaatan gawai mestilah dilakukan dengan bijak. Teknologi membawa pengaruh besar kepada pemiliknya baik negatif maupun positif. Salah satu pengaruh negatif teknologi membuat tingkat kesadaran membaca buku menurun. Namun, jika memanfaatkan gawai dengan menjadikannya sebagai alat media ajar serta berpedoman terhadap buku, maka indeks terhadap minat baca akan meningkat. Seperti perpustakaan yang disediakan akses internet: wifi; sudut literasi guna menunjang program pemerintah dalam meningkatkan minat baca siswa; mading sekolah yang memberikan informasi terkini sehingga siswa tertarik untuk menelaah lebih lanjut baik di buku ataupun gawai; maupun disediakannya tempat-tempat nyaman sebagai sarana pendukung literasi seperti taman.

Dengan demikian, pemanfaatan gawai sebagai sarana informasi di lingkungan sekolah sangatlah penting terutama disertai dengan pemanfaatan buku. Lingkungan sekolah adalah implementasi yang tepat sebagai edukasi pembelajaran ITE termasuk membangun kesadaran minat baca terhadap buku sebagai referensi terpercaya. Karena tidak semua informasi disitus terbukti kebenarannya dan untuk membuktikan kebenaran tersebut tidak lepas dari buku. Pengetahuan serta sarana yang diberikan di sekolah membawa pengaruh agar siswa dapat menggunakan gawainya secara bijak dan mampu menyelaraskan penggunaannya terhadap buku.

Oleh karena itu, walaupun di lingkungan sekolah memfasilitasi teknologi guna mempermudah media ajar, sekolah tetap memfasilitasi perpustakaan, serta disediakannya sudut literasi yang merupakan program pemerintah. Itu semua guna menyelaraskan pemanfaatan teknologi terhadap pemanfaatan buku yang disediakan. Faktanya adalah buku selalu dijadikan penunjang pembelajaran siswa di sekolah.

Komentar

Lebih Lanjut

Prolog - O Negeri Fancy O

Bab 3 - Rencana Pulang

Bab 2 - Kerajaan Kribel