Tempat Bersejarah Bukan Tempat Pajangan

 

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat “JASMERAH” adalah semboyan yang terkenal diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Semboyan ini sangat melekat hingga di Kota Bandung sendiri dibuat berbagai fasilitas serta memperbaiki fasilitas bersejarah agar bisa mengingat kembali bagaimana sejarah Kota Bandung pada masanya.

Salah satu fasilitas yang dibangun adalah taman sejarah yang berlokasi di persimpangan Jalan Aceh dan Jalan Merdeka. Gambar yang terdapat dalam mural menceritakan Kota Bandung dari masa ke masa. Mulai dari prasejarah hingga Bandung saat ini serta gambar dan biografi yang pernah menjabat menjadi Wali Kota dipajang dalam stand kaca yang menarik dan terkesan estetik. Semua itu dilakukan oleh mantan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, agar warga Bandung bisa mengetahui sejarah kotanya sesuai dengan ujaran Ridwan Kamil yang mengatakan bahwa, warga Bandung bisa mengetahui sejarah melalui cara yang lebih menyenangkan.

Mirisnya, meskipun ada banyak tempat bersejarah di Kota Bandung sebagian masyarakatnya kurang mengerti apa makna dari tempat-tempat bersejarah. Tidak sedikit jika masyarakat bergerombol memadati tempat sejarah Kota Bandung yang instagrammable dibanding dengan tempat seperti makam para Bupati Bandung dan Pahlawan Nasional, Dewi Sartika, yang hanya dipadati di hari-hari tertentu. Sehingga yang hanya didapatkan adalah nilai-nilai objek foto atau bangunan hiasan saja karena terkenal dengan desain artistiknya bukan sebagai monumen sejarahnya.

Faktanya masyarakat Kota Bandung sebagian besar tidak mengenali tempat-tempat bersejarah di kotanya. Kebanyakan dari mereka hanya mengetahui tempat-tempat bersejarah yang cukup terkenal, seperti Jalan Braga, Penjara Banceuy, Gedung Indonesia Menggugat, Titik Nol Kilometer, Masjid Raya Bandung, maupun Balai Kota. Sementara tempat-tempat yang kurang terkenal atau tidak familiar di telinga masyarakat hanya dilewati saja karena tidak mengetahui bahwa tempat yang sering mereka lewati itu adalah bagian dari sejarah. Contohnya adalah De Vries, Gedung Gas Negara, BJB, Landmark, maupun Viaduct.

Padahal tempat-tempat bersejarah tersebut sangat erat kaitannya dengan perkembangan Kota Bandung. Salah satunya adalah Gedung Gas Negara yang terletak di Jalan Braga No.40. Sayang sekali apabila tempat bersejarah ini hanya dilewati pengunjung karena dulunya Gedung Gas Negara ini sangat berperan penting dalam memberdayakan sumber daya alam—gas yang kemudian disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah sebelum akhirnya dikenal sebagai gas elpiji. Hingga Pemerintah Kota Bandung berinisiatif menjadikan Gedung Gas Negara sebagai galeri inovatif yang menampilkan produk keatif khas Bandung untuk menarik perhatian pengunjung.

Oleh karena itu, mengingat banyaknya tempat bersejarah yang ada di Kota Bandung, alangkah baiknya sebagai masyarakat terutama masyarakat Kota Bandung lebih belajar mengetahui tempat bersejarah apa yang ada di kotanya sehingga peninggalan cagar budaya di Kota Bandung bukan hanya sekadar tempat rekreasi melainkan juga menjadi sarana edukasi.

Komentar

Lebih Lanjut

Prolog - O Negeri Fancy O

Bab 3 - Rencana Pulang

Bab 2 - Kerajaan Kribel