Bab 2 - Kerajaan Kribel
*** Arfian tak pernah berpikir bahwa dirinya akan berpisah seperti ini. Berada di tempat asing yang kini berbaring di ranjang kerajaan dengan kondisi luka di kaki sudah terbalut. Arfi mulai meragukan hal-hal yang diceritakan Ghinos. Mulai dari ceritanya yang tidak rinci, bertanya pun tidak bisa memastikan kebenaran jawaban. Perasaan bersalah menyeruak, jauh-jauh terseret ke negeri asing demi rasa keingintahuan yang sesaat. Dia seharusnya tahu batas. Remaja itu menengok, menatap ke arah jendela besar mengamati matahari yang bersembunyi di rindang pohong. Kicauan burung menyadarkan dia bahwa ini bukanlah negerinya. Sepersekian detik dia beranjak dari kasur dengan langkah pincang. Ruangan yang besar membuatnya butuh waktu untuk sampai ke pintu kamar. Tangan yang belum meraih knop, tiba-tiba terbuka sendiri-seolah membaca pikiran Arfi agar pintu segera terbuka. Langkahnya yang berjalan di kamar membuat mata berbinar. Lampu hiasan yang menjuntai di tengah lorong semburat jingga; hi...