Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiksi

Bab 2 - Kerajaan Kribel

Gambar
  *** Arfian tak pernah berpikir bahwa dirinya akan berpisah seperti ini. Berada di tempat asing yang kini berbaring di ranjang kerajaan dengan kondisi luka di kaki sudah terbalut. Arfi mulai meragukan hal-hal yang diceritakan Ghinos. Mulai dari ceritanya yang tidak rinci, bertanya pun tidak bisa memastikan kebenaran jawaban. Perasaan bersalah menyeruak, jauh-jauh terseret ke negeri asing demi rasa keingintahuan yang sesaat. Dia seharusnya tahu batas. Remaja itu menengok, menatap ke arah jendela besar mengamati matahari yang bersembunyi di rindang pohong. Kicauan burung menyadarkan dia bahwa ini bukanlah negerinya. Sepersekian detik dia beranjak dari kasur dengan langkah pincang. Ruangan yang besar membuatnya butuh waktu untuk sampai ke pintu kamar. Tangan yang belum meraih knop, tiba-tiba terbuka sendiri-seolah membaca pikiran Arfi agar pintu segera terbuka. Langkahnya yang berjalan di kamar membuat mata berbinar. Lampu hiasan yang menjuntai di tengah lorong semburat jingga; hi...

Bab 1 - Negeri FanCY

Gambar
*** "Hei! Ayo kita kembali. Perasaanku tidak enak di sini." Kata Daffa yang tak henti melihat keadaan sekitar. "Sebentar. Bukankah ini menarik? Ini jelas bukan Narnia kan?" balas Arfian. Daffa menggeleng. Meskipun tugasnya menemani, dia tidak mau menemani Arfi ke neraka. Tapi apa boleh buat? Rasa takut yang mencekam mendadak berubah karena langit menjadi cerah. Daffa terpaksa ikut menjelajahi.  Baru melangkah beberapa meter dari portal waktu yang membawa mereka ke sini. Arfian yang sudah berjalan jauh, tak sengaja berjumpa dengan orang lain. Daffa yang berada di belakang, mulai merasakan takut lagi. Toh, hanya ada mereka bertiga.  Arfi tentu bertanya kepada orang itu dan orang yang dijumpainya menjawab. Karena bahasa yang digunakan berbeda, Arfi mencoba mengetik apa yang didengar diponselnya. " Sesalasamatsa dasatangsa disa nesagesarisa Fancysa." Dilihat dari struktur mirip dengan bahasa Indonesia. Satu hal yang berbeda adalah kata-kata itu disisipkan kata...

Prolog - O Negeri Fancy O

Gambar
Bandung, 20 Agustus 2021  Pukul 14.34 WIB Arfian seorang remaja aktif yang haus akan rasa penasaran. Selalu ingin tahu atau mencoba sesuatu sampai tak sadar bahwa mungkin akan membuatnya terjerembap dalam permasalahan masa lalu. Neneknya, Hana Rosita, menuntunnya dalam permasalahan itu. Tanpa mempertanyakan lebih lanjut, Arfian buta akan rasa penasaran yang diberitahukan oleh Hana. Dengan secarik notes berisikan alamat rumah, Arfian pergi ke sana ditemani oleh dua orang teman kompleknya. Hana menjelaskan begitu agar berjumlah ganjil—tak ingin cucunya pergi sendiri. Mereka adalah Hera Eliya dan Daffa Eriansyah. Awalnya tidak ada rasa takut maupun bimbang, namun begitu sampai mereka ragu karena alamat mengarah ke sebuah rumah tak bertuan yang bahkan tidak ada tetangga di sekitar. Seharusnya mereka tahu, rumah yang tak asing dibicarakan di komplek perumahan yang baru dibangun. Rumah yang terkenal tak bisa dihancurkan. Alhasil, Arfian memberanikan diri masuk ke rumah tua itu sendiria...