GENERASI Z SEBAGAI TARGET RADIKALISME DI MEDIA SOSIAL
Dikutip dalam laman JawaPos.com sebagaimana temuan riset Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2020 yang melaporkan potensi generasi Z (rentang usia 14-19 tahun) terpapar radikalisme mencapai 12,7 persen, sementara generasi milenial (berumur 20-39 tahun) mencapai 12,4 persen. Selain itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menegaskan bahwa generasi Z dan milenial menjadi sasaran empuk lantaran sangat aktif dalam mengakses internet maupun platform media sosial lainnya. Dalam hal ini dapat ditarik benang merah jika media sosial selain dari penyebar akses infomasi juga sebagai sarana mempercepat radikalisasi. Berdasarkan penelitian Pusat Kajian Terorisme dan Konfilk Sosial Universitas Indonesia Solahudin bahwa 85 persen melakukan aksi teror hanya dalam rentang kurang dari satu tahun setelah terpapar radikalisme melalui media sosial. Penggunaan media sosial memang sudah menjamur di lingkungan masyarakat Indonesia. Terlebih disaat pandemi aktivitas masyarakat di medi...